Berkunjung ke Museum Kereta Api Indonesia di Semarang

Berkunjung ke Museum Kereta Api Indonesia di Semarang-Berkunjung ke Semarang tidak melulu tentang Lawang Sewu atau incip-incip lumpia Semarang. Kota ini memiliki sebuat museum Kereta Api Indonesia yang dapat anda coba kunjungi. Disini wisatawan akan diberikan kesempatan untuk menaiki kereta bersejarah yang terbuat dari kayu dengan ditarik oleh mesin kereta yang antik.

Ambarawa, sebuah kota pertanian dan bekas militer bergunung-gunung adalah lokasi Benteng Willem I Koninklijk Nederlands Indisch Leger (Kerajaan Belanda) yang dibangun secara statis antara Semarang dan Yogyakarta, dan dihubungkan dengan kereta api ke keduanya. Selama pendudukan Jepang di Perang Dunia II benteng tersebut diubah menjadi sebuah kamp pemberontakan. Stasiun kereta api Ambarawa, yang sebelumnya bernama Willem I, tidak lagi beroperasi untuk layanan reguler, namun sekarang menampung koleksi lokomotif uap, retor kereta api dan sejarah sistem perkeretaapian Indonesia yang menarik.

Museum ini menampilkan lebih dari dua puluh lokomotif uap Jerman, Swiss, Inggris dan Belanda yang dipugar dengan baik dan beberapa kotak kayu yang diparkir di trek kereta. Tempat ini juga sangat cocok untuk berfoto, terutama dengan latar belakang lokomotif kereta yang antik, serta persawahan dan pegunungan di belakangnya.

Dari catatan, stasiun Willem I adalah titik transfer antara garis dari Yogyakarta ke selatan, dan Kedungjati ke arah timur laut sebagai jalur pengukur pada kedua garis ini berbeda. Salah satu item yang lebih menarik yang dipajang adalah cara kerja lokomotif uap pinion. Bagian jalur antara Ambarawa dan Bedono, sangat curam dan membutuhkan sistem cog sentral untuk menarik kereta ke tanggul. Wisatawan yang memilih naik kereta uap mungkin bisa melihat ini dalam operasi, salah satu dari sedikit sistem pengatur uap yang sama yang tersisa di dunia.

Sebuah perjalanan kereta wisata ke stasiun Tuntang mengoperasikan tiga perjalanan pada hari Minggu dan hari libur nasional dan berjalan sepanjang kurang lebih enam kilometer dari jalur di samping Danau Rawa Pening yang indah. Perjalanan umumnya beroperasi pada pukul 10:00, 12:00 dan 14:00, tapi kadang kadang berubah. Tiket berharga 50.000 rupiah dan dapat dibeli dari loket pada pukul 08:00. Karena menawarkan perjalanan eksklusif, penjualan tiket dibatasi yakni maksimal empat tiket untuk satu orang.

Perjalanan menaiki kereta lama tersebut tentu sangat menyenangkan dan berlangsung sekitar satu jam. Gerbong kelas kayu pertama beroperasi pada tahun 1909 di jalur kereta api cog, namun saat ini ditarik oleh mesin diesel D30124. Bangku ganda yang sempit dan bertulang keras berhadapan satu sama lain di kedua sisi gerbong, cukup nyaman untuk perjalanan singkat. Pilihlah kursi di dekat jendela untuk melihat-lihat pemandangan dari jendela yang terbuka.

Berwisata ke museum Kereta Api Indonesia di Semarang tentu akan membawa anda bernostalgia ke zaman dahulu. Biasanya anda hanya melihat film-film dokumenter untuk melihat kereta api dengan lokomotif yang lama, namun disini anda dapat merasakan langsung pengalaman naik kereta lama. Selain itu, pemandangan indah yang ditawarkan selama perjalanan tentu akan membuat wisata anda ke museum ini puas dan berbeda dari wisata ke museum pada umumnya.

Leave a Reply